--> Skip to main content

Telah Membantu Mengelola Kegiatan di Ambalan (SKU No 8)

Ambalan adalah kesatuan yang dipercaya untuk mengelola kegiatan Pramuka penegak  di Gugus Depan. Seorang anggota Pramuka harus mampu untuk mengelola kegiatan yang diselenggarakan oleh ambalannya. hal ini berkaitan dengan materi SKU point ke 8 yaitu Telah membantu mengelola kegiatan di Ambalan. sebelumnya juga sudah kita sampaikan apa itu ambalan dan pertemuan ambalan dalam pembahasan sebelumnya.

Dalam pengujiannya. pembina bisa menyaksikan keaktifan calon tegak dalam membantu Kegiatan Ambalan, dengan di bantuan Dewan Ambalan. Bagi calon tegak yang Aktif dan terlibat dalam Sangga Kerja kegiatan ambalan, bisa diberikan apresiasi dengan menandatangani lembar SKU point tersebut.

Berikut pembahsan materi SKU No 8Telah Membantu Mengelola Kegiatan di Ambalan :

Membantu Mengelola Kegiatan di Ambalan 

Mengelola kegiatan ambalan merupakan tugas dari Dewan ambalan, namun setiap anggota pramuka bisa mendapat kesempatan untuk mengelola kegiatan diambalannya. Kegiatan ambalan harus bersifat Edukatif, Rekreatif, Menyenangkan, Menyehatkan, Kreatif, Aktif dan Efektif. untuk jenis dan bentuk kegiatan pramuka sudah kita sampaikan disini.

Mengelola kegiatan Pramuka tidak jauh berbeda dengan mengolala kegiatan organisasi lainnya, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan supaya kegiatan itu bisa  terealisasi dengan baik dan sesuai dengan yang di inginkan. Seorang anggota Pramuka dapat menggunakan prinsip POACE.

Baca Juga :

POACE merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menjalankan sebuah kegiatan. Langkah tersebut terdiri dari Planning (proses perencanaan), Organizing (persiapan), Actualizing (pelaksanaan), Controling (pengontrolan) dan Evaluating (evaluasi).

Langkah - Langkah Menjalankan Kegiatan ( POACE )

1. Planning ( Proses Perencanaan )

Perencanaan (Planning) merupakan Langkah awal yang tidak boleh ditinggalkan sebelum mengadakan sebuah kegiatan . Ada ungkapan “Sebuah kebaikan yang tidak terencana akan kalah dengan keburukan yang terencana dengan baik”. 

Perencanaan diawali menggunakan keluarnya pandangan baru atau alasan buat mengadakan sebuah aktivitas. Langkah berikutnya merupakan mulai menciptakan konsep program atau draft planning aktivitas tersebut.

Dalam termin ini didapatkan konsep aktivitas, personel yg diperlukan & time schedule. Sehingga pada termin berikutnya, tinggal membagi panitia & malakukan persiapan sinkron tugas masing-masing.

2. Organizing (persiapan)

Apabila langkah perencanaan sudah selesai, langkah selanjutnya adalah persiapan, dengan menyampaikan hasil konsep kegiatan di depan kelompok yang lebih besar. Yakni untuk memulai membentuk kepanitiaan (organizing committee). Besar kecilnya orang yang terlibat dalam kepanitiaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. dikarnakan kekurangan ataupun kelebihan  SDM bisa menimbulkan masalah. kurangnya tenaga kerja, sulitnya mengatur orang banyak, ataupun terjadinya pembengkakan biaya.

Peran pemimpin dalam kepanitiaan sangat penting. Pemimpin yang baik, mampu mengelola SDM yang dipimpinnya supaya mempersiapkan setiap detail yang sudah direncanakan. Sehingga dalam tahap berikutnya berjalan dengan lancar. Ingat istilah:

" If you failed to prepare, you prepare for failed " Jika kamu gagal dalam mempersiapkan, sama saja dengan mempersiapkan kegagalan.

3. Actualizing (Pelaksanaan)

Actuating merupakan tahap pelaksanaan kegiatan. Jika 2 tahap sebelumnya berjalan dengan baik, maka dalam tahap ini akan lebih mudah. Sekalipun terkadang juga terdapat kendala yang tidak diduga sebelumnya. Untuk menghadapi hal seperti itu, perlu dilakukan langkah berikutnya.

4. Controling (Pengontrolan)

Tugas utama pemimpin jika sudah dalam tahap ini adalah mengontrol jalannya kegiatan. apabila terdapat masalah yang belum terduga sebelumnya, seorang pemimpin harus bisa mengatasinya. Pada tahap ini dibutuhkan pemimpin yang sanggup mengambil keputusan dengan tepat dan cepat. Tugas pemimpin pada tahap ini memang cenderung lebih ringan daripada panitia pelaksana yang banyak bekerja. Tetapi tanggung jawab terbesar tetap berada di pundak pemimpin.

Dalam kepanitiaan, bisa dibentuk seksi khusus yang membantu pemimpin kegiatan untuk melakukan tugas ini.

5. Evaluating (Evaluasi)

Apabila seuruh kegiatan sudah selesai, langkah inilah yang perlu dilakukan. Maksudnya untuk mengumpulkan dan meng-”arsip” setiap permasalahan atau kekurangan yang terjadi. Evaluasi minimal dilakukan sekali pada akhir kegiatan. Namun, perlu pula dilakukan evaluasi dipertengahan pelaksanaan kegiatan, tanpa mengganggu jalannya kegiatan. Evaluasi juga adalah salah satu sarana “controling” saat kegiatan berlangsung.

Apabila setiap tahap POACE tersebut dilaksanakan dengan baik, maka tercapainya tujuan akan lebih pasti.Setiap tahap dari Planning hingga Evaluating merupakan tanggung jawab utama Pemimpin. Pada dasarnya kemampuan mengelola kegiatan tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada campur tangan dari orang lain. Oleh karenanya, setiap pramuka harus mampu menghargai orang lain dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Sekian pembahasan materi SKU penegak bantara no delapan yang dapat kami sampaikan, selelah memahami materi ini di harapakan, setiap anggota pramuka meliki rasa tanggung jawab dalam setiap pelaksanna kegiatan di gugus depan, walaupun dewan ambalan adalah pemeran utama dalam setiap tanggung jawab sebuah ambalan.

Untuk materi lainnya mengenai kepramukan husunya materi SKU bisa cek disini, info menarik seputar teknologi dan pelajaran lainnya juga kami bahas di artikel lainnya

sumber ;https://pramukasman2bone.blogspot.com & http://sawargamaniloka.blogspot.com

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
voucer
close
Banner iklan disini