--> Skip to main content

Dapat Mengikuti Jalannya Diskusi Dengan Baik ( SKU No. 3 )

Mengemukakan gagasan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari, ketika seseorang mengemukakan gagasannya itu artinya, seseorang tersebut telah melakukan sebuah proses berpikir.

Seorang Pramuka harus mampu melakukan mengemukakan gagasan, sebagai proses kreatif dan inovatif dalam melakukan sebuah kegiatan. Oleh karenanya, kali ini kita akan membahas materi SKU penegak bantara no tiga, tentang dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik.

Pengertian Diskusi

Diskusi adalah pertukaran pikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok.

Dalam diskusi kelompok diperlukan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi. Tugas ketua diskusi adalah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan minat anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta mengemukakan kesimpulan hasil diskusi.

Diskusi yang melibatkan orang banyak dapat berupa diskusi panel, simposium, seminar, lokakarya, serta rapat kerja. Diskusi panel merupakan salah satu bentuk diskusi resmi yang dihadiri oleh orang banyak dan para panelisnya pun golongan cendekiawan dalam bidangnya.

Dalam keterampilan berbicara perlu diperhatikan bahwa penggunaan bahasa tidak hanya mudah ditangkap, sopan, dan tidak menyinggung, tetapi juga mempermudah bertukar pikiran mengenai sesuatu masalah.

Macam-macam Diskusi

Berikut ini macam-macam diskusi.

1. Diskusi Kelompok

Dalam diskusi ini perlu ada ketua atau moderator, notulis, dan beberapa peserta yang sekaligus sebagai penyaji maupun penyanggah. Penyaji tidak perlu menggunakan makalah atau kertas kerja. Pada akhir diskusi. moderator menyampaikan hasil diskusi.

2. Diskusi Panel

Diskusi panel adalah istilah umum dalam dunia kajian yang merujuk kepada pertukaran gagasan publik yang memungkinkan para ahli dan penonton/pendengar untuk mendiskusikan topik tertentu. Diskusi panel sering dilakukan untuk membahas situasi politik, ekonomi, hukum, hak asasi manusia, masalah-masalah yang memengaruhi masyarakat, juga berbagai topik akademik. Sebelum diskusi diselenggarakan, biasanya panitia menentukan topik yang akan diangkat, memilih panel yang akan berbicara, menunjuk moderator, dan menyebar undangan atau informasi, baik secara terbatas maupun terbuka.

3. Seminar

Seminar adalah pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang yang sedang melaksanakan tugasnya. Seminar berasal dari kata Latin semin yang berarti benih atau dari kata seminarium, yang artinya tanah tempat menanam benih. Jadi, seminar memiliki arti tempat benih-benih kebijaksanaan.

Kebijaksanaan yang dimaksud tentu didasari oleh pengajaran akademis, baik pada sebuah universitas atau organisasi komersial yang profesional pada suatu bidang tertentu. Seminar dilakukan dalam rangka memberikan laporan atau mendiskusikan pengerjaan tugasnya itu.

Baca Juga :

Dalam seminar terjadi tukar pikiran di antara penyaji dengan peserta diskusi. Tujuan seminar adalah menemukan jalan pemecahan masalah. Materi yang dikemukan penyaji dibahas dari berbagai aspek dan sudut pandang. Seminar fokus pada topik tertentu yang sangat khusus, di mana peserta yang hadir bisa berpartisipasi aktif.

Bentuk seminar juga dilaksanakan dengan sistem dialog yang dipimpin oleh moderator. Selain itu, bisa juga disajikan dengan presentasi hasil penelitian formal yang dilanjutkan dengan sesi debat dan berbagi pengalaman. Tujuan dari seminar adalah membahas permasalahan untuk menemukan solusi, sehingga seminar harus diakhiri dengan simpulan atau keputusan-keputusan hasil pendapat bersama yang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi. Pembahasan seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang disusun sebelum acara dimulai oleh beberapa pembicara sesuai pokok-pokok bahasan yang diminta panitia penyelenggara

4. Simposium

Diskusi yang diselenggarakan untuk membahas prasaran-prasaran mengenai suatu pokok persoalan atau masalah.

5. Lokakarya

Lokakarya adalah diskusi atau pertemuan para ahli (pakar) untuk membahas suatu masalah di bidangnya.

6. Kongres

Kongres adalah pertemuan para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai suatu masalah.

7. Konferensi

Konferensi adalah pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

Prinsip Dasar Diskusi

  1. Menghindari terjadinya debat kusir, yang merupakan perselisihan pendapat yang terjadi, tetapi tanpa dilandasi alasan yang jelas.
  2. Menyanggah atau menolak pendapat orang lain harus didasari oleh argumentasi-argumentasi yang kuat dan meyakinkan.
  3. Dalam diskusi setiap peserta dituntut untuk aktif menyampaikan pendapat-pendapatnya. Bahkan, sering kali terjadi saat seseorang menyampaikan pendapatnya, teman yang lain menyelanya.
  4. Tidak ada pemenang dalam diskusi, yang dicari atau didapat dari diskusi adalah mufakat atau kesepakatan bersama yang didapat dari berbagai pendapat yang ada. Unsur-unsur Diskusi

Unsur-unsur Diskusi

1. Materi

Masalah yang didiskusikan merupakan suatu persoalan yang dibahas oleh peserta diskusi untuk dipahami, diketahui sebab-sebabnya, dianalisis, dicari jalan keluar atau solusinya, diambil keputusan yang tepat, terbaik di antara yang baik atau tak baik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.

Masalah adalah persoalan yang ada antara harapan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, kegiatan diskusi merupakan suatu upaya untuk menemukan cara menghilangkan, mengatasi atau memperkecil jarak antara harapan dengan kenyataan.

Kriteria masalah yang layak didiskusikan

  • Menarik perhatian peserta.
  • Aktual dan menjadi pembiacaraan umum.
  • Berguna bagi peserta, masyarakat atau bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Baru, yaitu belum ada atau belum dibahas sebelumnya.
  • Langka, jarang ada (kesempatan atau problemanya )
  • Menyangkut kebijakan untuk umum atau penting sebagai public figure
  • Mengandung alternatif pendapat-multidimensional.
  • Membutuhkan pertimbangan yang matang untuk penentuan keputusan

2. Manusia

Manusia sebagai pelaksana. Terdiri dari:

  • Moderator bertugas membuka, memperkenalkan pemrasaran dan notulis, membacakan tata tertib, mengarahkan dan mengatur arus pembicaraan, menyampiakn kesimpulan, serta menutup diskusi.
  • Notulis bertugas mencatat hal-hal penting dalam diskusi baik teknis maupun materi pembicaraan.
  • Peserta bertugas mengikuti kegiatan diskusi secara aktif, bukan sebatas pendengar belaka, melainkan bisa juga memberikan tanggapan, pertanyaan, dan lain-lain.
  • Pemakalah/Penyaji bertugas menjelaskan isi permasalahan yang telah dipersiapkan sebelumnya dalam bentuk makalah.

3. Perlengkapa

Perlengkapan terdiri dari:

Perlengkapan dalam pelaksanaan diskusi meliputi pemilihan tempat yang akan dilakukan dalam diskusi,sarana seperti LCD, viewer, dsb.

Tata Tertib dan Etika Diskusi

Agar diskusi dapat berlangsung dengan baik maka dituntut syarat-syarat sebagai berikut:

  • Harus berlangsung pada suasana yang terbuka, artinya semua pihak yang terlibat siap/rela menerima dan memberi informasi kepada siapa pun.
  • Tiap peserta harus berpartisipasi penuh, artinya tiap peserta mengambil bagian dalam proses diskusi, masing-masing menjadi pendengar yang baik dan juga menjadi pembicara yag baik.
  • Selalu ada bimbingan dan control, artinya ketua senantiasa mengadakan bimbingan dan pengawasan / control agar diskusi tetap berjalan pada arah dan relnya.
  • Perdebatan harus didasarkan pada argumentasi kontra argumentasi bukan emosi kontra emosi, artinya diskusi yang akan mencari jalan penyelesaian atau kebenaran itu tidak didasarkan atas siapa yang kuat itu yang menang.
  • Pengajuan pertanyaan harus jelas dan singkat, artinya tidak bertele-tele tetapi menuju sasaran.
  • Tidak adanya pemborong atau monopoli, diskusi yang baik adalah diskusi yang berlagsung dalam suasan demokratis semua pihak mempunyai hak yang sama baik dalam berbicara maupun dalam mengambil bagian.
  • Selalu ada kesimpulan, diskusi yang baik ialah diskusi yang mampu mencapai keputusan bersama sehingga semua pihak merasa mantap dan tidak mengambang sehingga meghasilkan kesimpulan.

Langkah-langkah Diskusi

Berikut ini akan diuraikan prosedur penyelenggaraan diskusi yang meliputi 2 fase,yaitu:

1. Fase Persipan

Diskusi yang baik tidak akan terjadi begitu saja, artinya asal membagi kelompok-kelompok kecil lalu disuruh berdiskusi saja. Hal itu membutuhkan persiapan yang cermat seperti haknya lesson planning. Hanya bedanya dalam hal ini metode yang dipergunakan adalah metode diskusi. Fase persiapan ini biasanya terdiri atas langkah-langkah sebagi berikut:

  • Mempelajari subyek (area) yang akan didiskusikan
  • Membagi peserta menjadi kelompok-kelompok dan member pengarahan siapa menjadi apa ( ketua / sekretais, peserta biasa, dan pengamat )
  • Menentukan tujuan instruksional khusus yang ingin dicapai dalam diskusi itu.
  • Mengidentifikasi hasil-hasil belajar apa yang seharusnya dikuasai peserta ( apakah konsep ,prinsip, dan lain-lain).
  • Menunjukan dan menguraikan dengan jelas problema yang akan dipecahkan dalam diskusi
  • Meyiapkan dan membagikan bahan-bahan ( hand-ou t) kepada peserta.
  • Mengembangkan agenda yang mencakup semua point yang dibutuhkan dalam rangka pemecaha masalah.
  • Mengatur ruangan dan tempat duduk, papan tulis, dan alat-alat bantu yang akan dipergunakan.

2. Fase Pelaksanaan

  • Pembukaan Diskusi.Dalam pembukaan diskusi yang perlu diperhatikan adalah penciptaan prakondisi sehingga perhatian dan sikap mental peserta digiring dan disipakan agar terkonsentrasi pada hal-hal yang akan dibicarakan dalam diskusi, usaha tersebut dapat berupa
  • Membuat outline singkat situasi yang akan didiskusikan.
  • Mengeluarkan sebuah pendapat atau pertanyaan yang sifatnya dapat merangsang pikiran peserta.
  • Senantiasa memberikan pertanyaan-pertanyaan pada point-point yang penting yang ada hubungannya dengan masalah yang bersangkutan.
  • Memberikan ilustrasi, demonstrasi atau bentuk lain yang dapat menarik perhatian peserta.

Pemeliharaan Diskusi

Dalam pemeliharaan ini sebaiknya diterapkan bentuk-bentuk reinforcement sehingga mendorong peserta untuk berpartisipasi secara aktif. Pemeliharaan perasaan itu sangat penting yang menyebabkan seseorang merasa dihargai dan diperhatikan serta diikutsertakan sehingga mendorong timbulnya sikap bertanggungjawab dan rasa memiliki. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam fase pemeliharaan ini adalah:

  • Menjagapeserta agar tidak keluar dari subyek yang bersangkutan.
  • Membuat pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki atau menuntut jawaban dari peserta, dan mempersipakan mereka atas an-alasan setiap padangan atau pendapat yang mereka ucapkan
  • Hindarkan pemunculan topic baru yang belum waktunya muncul, tunggu sampai topik lama diselesaikan.
  • Bila mungkin hubungkan topic baru dengan topik lama.
  • Sering-sering membuat rigkasan terhadap bantuan pikiran peserta yang langsung ada hubungnnya dengan diskusi.
  • Siap-siap dengan komentar atau pertanyaan untuk mengarahlkan kembali jika diskusi itu menuju jalan buntu.
  • Penutup diskusi Agar para peserta menjadi mantap dan tidak merasa mengambang akan hasil diskusinya. maka dalam penutupan diskus segera dibuatka rangkuman dan kesimpulan yang tepat dan jelas. Kalau terpaksa dalam menyimpulkan diskusi itu terjadi kompromi maka jangan biarkan diskusi itu menjadi terkantung-kantung.

Sekian pembahan materi SKU penegak bantara no tiga yang dapat kami sampaikan, untuk materi lainnya mengenai kepramukan husunya materi SKU bisa cek disini, info menarik seputar teknologi dan pelajaran lainnya juga kami bahas di artikel lainnya

Sponsor by my.printAlat Pramuka Lengkap

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
voucer
close
Banner iklan disini